Sunday, July 6, 2008

Letih Lesu Berbeban Berat : [Was : Roso – roso]

Letih Lesu Berbeban Berat : [Was : Roso – roso]

Homili Romo Dominikus padaMisa Sabtu Sore 05 Juli sungguh menyentuh hati. Injil Matius 11: 28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” diterjemahkan Romo nyaris sempurna. Romo mengajak setiap umat untuk tetap setia bertahan, dan tidak berputus asa dalam menjalani kehidupan yang terasa berat. Dijaman yang serba sulit seperti sekarang, ribuan orang makin hari makin merasa terbebani oleh kehidupannya sendiri. Homili kembali menyadarkan kita, bahwa Yesus sendiri akan selalu membuka diri bagi siapa saja yang datang dan merasa diri memikul beban berat. Beberapa kasus kehidupan dikisahkan oleh Romo. Kisah kisah tersebut nampaknya berujung kepada kebuntuan manusia, namun karena sikap pasrah dan berharap kepada Tuhan, maka Tuhan memberikan penyelesaian yang terkadang diluar akal sehat manusia. Semuanya diselesaikan oleh Tuhan dalam potret yang menarik.

Dalam point 5 Surat Gembala Kardinal yang kemarin disematkan dalam Warta Lingkungan Antonius IV, Bapak Kardinal juga mengajak kita agar selalu bersikap solider dan bahu membahu saling bantu dengan siapa saja yang berkekurangan. Sedang dalam point ke 3, Bapak Kardinal mengajak kita agar tetap kembali menjadikan rumah sebagai gereja dan pusat kegiatan iman seluruh anggota keluarga. Ditutup dengan “In Nomine Jesu”, Bapak Kardinal seolah kembali mengajak kita untuk mengenyahkan segala keraguan akan kekuatan dan campur tangan Tuhan. Mustahil di mata manusia, namum tidak mustahil dimata Tuhan, begitulah kira-kira.

Mari, siapapun yang merasa letih, lesu dan berbeban berat, yakinlah…Tuhan akan selalu menyertai. Seperti ajakan Mbah Maridjan, Mari..Kuat dan tabahlah…Mari…Roso!! Roso!!
Kagem Mbah Maridjan, matur nuwun awit pangajak lan panyengkuyung panjenengan. Mugi panjenengan kaparingan bagas kasarasan, binerkahan in Gusti lan panjang yuswo. Matur Nuwun. (KarSan)

Thursday, June 19, 2008

Korupsi Oh Korupsi

Siapa yang tidak mengetahui kiprah Artalyta Suryani (AS). Khalayak ramai mempergunjingkan obrolan Ibu paruh baya ini dengan para petinggi Kejagung. Obrolan heboh yang berhasil disadap KPK dan diperdengarkan di pengadilan ini dipastikan tak akan meleset untuk menjerat para pelaku obrolan kedalam penjara. Saking hebohnya, beberapa orang yang kreatif menjadikan obrolan ini sebagai ringtone ataupun nada tunggu. Bujubuneng.

Dalam transkrip obrolan AS yang dilansir media, terdapat bagian saat Pak Jaksa merengek “Mbak, tambahin ya…tambahin.”. Yang dimaksud tentu adalah minta tambahan dari apa yang dijanjikan AS. Saat tertangkap basah, hasil rengekan tersebut disebut sebagai pemecah rekor suap yang tertangkap tangan oleh KPK yaitu senilai lebih dari Rp 6,6 M.


Jika beberapa waktu lalu kalangan DPR geram dengan lirik lagu Gossip Jalanan bait kelima perihal UUD, maka sepertinya Ibu AS rupanya senang dan menghayati banggetz dengan bait ketiganya :Ada yang tau mafia peradilan / Tangan kanan hukum di kiri pidana / Dikasih uang habis perkara


Korupsi Oh korupsi…Saat rakyat makin sengsara, korupsi merajalela, para petinggi yang seharusnya menjadi panutan dan pengayom malah menjadi obyek penerima suap. Pak Amin Rais bahkan pernah berkomentar, godaan terbesar bagi para anggota pemerintahan saat ini adalah UFE (Unidentified Flying Envelopes) yang beterbangan diruang sidang, beterbangan dilobi-lobi, dan berserakan dilaci-laci pejabat. Suap-menyuap sudah menjadi makan pagi-siang-malam bagi para pelakunya. Seolah-olah kegiatan ini sudah mendarah daging dan membudaya di negeri ini. Kejujuran menjadi barang yang sangat-sangat mahal. Sosiolog George J. Aditjondro yang gencar melacak kekayaan hasil korupsi menggarisbawahi, bahwa korupsi sudah sedemikian parah dan dibentuk menjadi budaya baru. Korupsi bahkan disejajarkan dengan bahaya laten.

Dalam kehidupan sehari-haripun kita seringkali dihadapkan pada situasi, yang (mungkin) menyudutkan kita pada situasi yang menggoda dan menggoyahkan kejujuran. Sebagai umat Allah, marilah kita mencoba dalam diri masing-masing untuk tetap setia dalam bisikan Tuhan. Ya Tuhan, semoga Engkau selalu menuntun umatMu kedalam jalan yang lurus. Thanks, Tuhan! (KarSan)



Tuesday, May 20, 2008

Kejepit dan (akhirnya) Bangkit !

Kejepit dan (akhirnya) Bangkit !
Oleh : Fr Karyo Sanyoto

Tanggal 19 Mei ini beberapa kantor melibatkan diri dalam kegiatan HarPITnas (Hari Kejepit Nasional) sehingga meliburkan diri karena tanggal tersebut dijepit hari libur. Tanggal 20 Mei ini bangsa kita memperingati HarKITnas (Hari Kebangkitan Nasional). Peringatan Harkitnas menjadi istimewa karena bertepatan dengan peringatan 100 tahun berdirinya Organisani Budi Utomo (1908) yang diyakini sebagai organisasi awal Kebangkitan Nasional menuju sebuah bangsa merdeka. Budi Utomo sendiri didirikan oleh para mahasiswa Stovia yang dimotori oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Dr. Sutomo. Pada zaman itu, para mahasiswa merasa terjepit oleh situasi dibawah tekanan penjajahan, dimana kemerdekaan dan kemajuan adalah mimpi yang tidak mungkin tercapai. Oleh karenanya, mereka bangkit dengan mendirikan organisasi pergerakan yang mencita citakan kemerdekaan. Semangat inilah yang kini diresapi dan diproklamirkan oleh Presiden kita - Bapak SBY sebagai slogan “Indonesia Bisa”

Sebagai umat Allah yang ber-belarasa, kiranya momen kejepit dan bangkit harus mendapatkan porsi untuk kita renungkan. Kondisi perekonomian yang (jika mau mengakui) menuju kearah resesi membuat banyak masyarakat terjepit dalam situasi kehidupan yang sulit. Banyak bermunculan kasus kelaparan, kasus rebutan bantuan, kasus kasus kriminal yang pangkalnya masalah pangan, kasus bunuh diri karena tidak kuat menahan beban hidup, kasus pendidikan yang biayanya tidak dapat dijangkau, dan seabreg abreg kasus kehidupan yang menyengsarakan. Kondisi-kondisi tersebut tak jarang membuat seseorang menyerah dan akhirnya menjauhkan diri dari doa dan Tuhan. Jika seseorang sudah menjauhkan diri dari Tuhan karena masalah duniawi, maka kebangkitan akan menjauhinya. Yesus wafat dan (akhirnya) bangkit karena Yesus menyerahkan segala sesuatunya kepada Bapa-Nya disurga. Penyerahan total oleh Yesus merupakan awal kebangkitan-Nya. Maka, langkah merefleksikan, mensyukuri dan menyerahkan segala kesulitan hidup kepada Tuhan adalah langkah nyata umat Allah menuju kebangkitan dari keter-jepit-an kehidupan.

Di akhir rubrik Parodi di harian Kompas Minggu, 18 Mei 2008, kolumnis Samuel Mulia merumuskan bahwa ada-nya Tuhan adalah karena manusia mencarinya dan mencoba menemukannya, dan bukan sebaliknya. Dikisahkan dalam cerita yang dituturkan kembali oleh Jeung Samuel, seorang tukang cukur berkata kepada langganannya bahwasanya Tuhan itu tidak ada. Pada saat selesai bercukur, langganan itu keluar dan menemukan seorang yang sangat lusuh gembel lengket yang acak adul tidak keruan. Si langganan berbalik dan berkata kepada tukang cukur : Saya tidak percaya tukang cukur ada. Kenapa ? Tukang cukur balik bertanya. Lihatlah diluar itu, seeorang yang sangat kusam masih ada. Itu berarti eksistensimu tidak ada, jawab si pelanggan. Tukang cukur membalas : Aku tetap ada. Si Kusam itu ada karena dia tidak datang padaku. Pelanggan menyahut “Exaclty right!” Kau tidak bisa melihat Tuhan ada karena kau tidak datang kepada Nya!

Seseorang akan merasakan Tuhan ada karena seseorang tersebut datang kepadaNya. Datang dengan membawa syukur, membawa permohonan, membawa keluh kesah, membawa kesulitan hidup, dan membawa keter-jepit-an hidup. Semakin seseorang sering datang dan berbicara dengan Tuhan, semakin kuat dan tabahlah orang itu. Jika kekuatan dan ketabahan selalu ada dalam diri, maka kebangkitan dan semangat untuk hidup akan selalu ada dalam celah celah perjuangan hidup. Mari, kita bangkit dan berdiri tegak bersama Tuhan untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik.
Indonesia, Bisaaaa!! Umat Allah, Bisaaaa!! Antonius Empat, Bisaaaa!! (Kar San)



Monday, April 14, 2008

Minggu Panggilan – Kisah Panggilan Si Semprul

Suatu malam di penghujung tahun 1991. Sepi. Beberapa kali suara anjing dan babi memecah keheningan disuatu asrama. Gerimis tak kunjung berhenti. Angin malam terasa menusuk tulang. Saat itu, Semprul sedang menyendiri setelah lelah belajar diruang kelas. Semprul masuk kamar, mengambil bungkusan plastik hitam yang berisi kiriman potus/snack yang dikirimkan Ibunya dari kampung. Sudah dua bulan ini Ibu dan Bapaknya tidak menjenguknya di asrama karena kesibukan tertentu. Potus itu disembunyikan Semprul dikamarnya karena peraturan asrama yang mengharuskan kiriman makanan harus dimakan beramai-ramai dan dimakan di aula ruang makan. Kacang bawang terasa renyah… tak terasa Semprul sudah menghabiskan beberapa genggam. Setiap kali mengunyahnya, ia teringat Ibu Bapaknya. Sedih rasanya jauh dari orang tua ketika usianya belum juga menginjak 15 tahun. Kesedihan yang sama dengan si kacang yang harus pergi meninggalkan kulitnya…
Asrama itu adalah hadiah Tuhan untuk Semprul. Ketika bapaknya menginginkan ia menjadi seorang gembala Tuhan, ia mengiyakannya. Ketika ia lulus tes dan dinyatakan diterima di asrama, ia menyanggupinya. Seolah panggilan itu nyata dan menggelora dalam dirinya. Malam itu, genap 6 bulan ia melewatkan malam-malamnya ditempat tidur kayu beralas tikar pandan itu. Kutu tikar dibawah bantal tipis yang menemaninya selalu membisikkan “Prul… mantapkah kau menjalani panggilan ini?” disaat ia gundah. Digelutinya kata hatinya. Si Kutu dan Si Kupret tiada henti menguji panggilan Semprul. Hanya Tuhan yang sungguh baik yang memberikan kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mengevaluasi diri di asrama ini. Terimakasih Tuhan namun si Kutu dan si Kupret selalu saja menggoda kekuatan panggilanmu. Sepertinya panggilan Semprul laksana kacang yang masih muda dan berair, yang akan susut ketika dijemur…
Keputusan meninggalkan asrama adalah keputusan dangkal yang nekat diambil Semprul. Si Kutu dan si Kupret telah menelanjanginya dan membuatnya menyerah! Ia menyesal, menangis dan meronta, dan memohon maaf kepada Tuhan. Sulit rasanya menghilangkan kenangan hidup singkat diasrama itu. Pergolakan iman dan batinnya tak kunjung usai meski ia sudah satu tahun bersekolah disebuah SMA Partikelir. Suatu malam, sama sunyinya dengan 18 bulan lalu, angin yang sama menusuk tulangnya. Kali ini, ia ditemani oleh seskoli minuman api yang telah menggantikan kacang bawang Ibunya. Ia teringat malam di asrama dan berikrar lirih : “Ya Tuhan, maaf telah mengabaikan panggilan suciMu, namun perkenankanlah hambamu yang hina ini untuk tetap setia berkarya, berkarya dan terus berkarya dalam namaMu. Jika bapakku dahulu menginginkan aku menjadi gembala, maka sekarang aku ingin kau jadikan aku sebagai pembantu gembala. Sisihkan sedikit domba bagiku Tuhan agar aku tetap bisa mengikuti jejakMu dan tetap menuntun gembala yang sedikit itu …”
Kini, Semprul sudah dewasa dan memiliki keturunan. Ujarnya kepada Tuhan : “Tuhan ajarkan kepadaku agar aku selalu mendoakan siapa saja –tak terkecuali saudara-saudariku, bahkan keturunanku – agar kelak satu diantara mereka meneruskan panggilanMu untuk berkarya diladang anggurmu”.
Bukalah Buku Madah Bakti No 307 (Lagu : Kami Peziarah), No 456 ( Lagu : Panggilan Tuhan Bagi Umatnya), dan No 465 (Lagu : Aku Dengar Bisikan Suaramu). Cobalah nyanyikan dan hayati baris-demi baris. Lagu dasyat tersebut terasa sangat indah dan menenteramkan hati.
Mari kira dukung misi Minggu Panggilan ini dengan berdoa dan memohon agar tunas-tunas panggilan tumbuh subur dilingkungan gereja kita tercinta. AMIN

End – Dikisahkan kembali oleh Fr. Karyo Sanyoto.


Tuesday, March 4, 2008

Save the world, save our lifes, save our children


Save the world, save our lifes, save our children
Oleh : Bp/Ibu A. Joko Sukirno dalam Warta Lingkungan Maret 2008

( Hal yang perlu kita lakukan terkait Global Warming / Pemanasan Global )

1. Tidak menancapkan colokan listrik walaupun ketika alat elektronik itu dimatikan, berarti menghemat 40-50% biaya listrik yang harus anda bayarkan tiap bulannya.... Dan berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari alat elektronik yang merembet ke pemanasan global.
2. Kantong plastik butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA . Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia.
Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat yang tidak
semestinya. Dan 10 kg kertas koran yang siap di jual loakan... itu membutuhkan 1 pohon yang butuh waktu 10 tahun untuk jadi besar.

3. Ketika kita membeli 1 liter air mineral di supermarket = beli 5 liter air. Kenapa?
Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang baru dicetak, membutuhkan 5 liter air

4. Tissue yang sudah di pakai itu tidak bisa di recycle ( daur ulang ), begitu juga kertas karton yang bekas kena minyak, makanan, kue dan minuman Diperkiraan
orang memakai tisue 6 lembar sehari. 2.200 lembar setahun. Berarti
kira - kira 44 MILIAR pcs seluruh Indonesia setahun. Kalau kita menghemat 1
lembar saja tiap hari... berarti kita mengurangi sampah kertas sebanyak 7 MILIIAR lembar setahun

5. Be Green on ATM ? 8 MILIAR kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap tahun adalah salah satu sumber sampah terbesar di dunia.
Kalau selama setahun orang transaksi tanpa kertas receipt, itu akan
menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat melingkari garis equator
sampai 15 kali

6.Minimal punya 2 macam tempat sampah dirumah, membantu mengurangi polusi air, udara dan tanah. Pisahkan sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman) dan sampah kering ( botol, plastik, kertas, kaca)

Thursday, February 7, 2008

Tema APP 2008 : Aku Cinta Lingkungan Hidup

Tema APP 2008 : Aku Cinta Lingkungan Hidup
* Oleh : Fr. Karyo Sanyoto

(Sebelumnya mohon maaf kepada tim pembuat Logo karena Logo APP dalam blog ini adalah buatan sendiri..maklum..tidak kebagian sticker dan tidak tersedia di Internet)

APP 2008 mengusung Tema untuk mengajak kita mencintai Lingkungan. Lingkungan didefinisikan bukan hanya makluk hidup sekitar (tumbuhan, hewan, kebersihan, kesehatan) namun juga dilebar luaskan menjadi Lingkungan Keluarga, Masyarakat, Tempat Bekerja dan Gereja.

Sejak issue pemanasan global mulai kembali digiatkan dan konvensi perubahan iklim dilaksanakan semakin banyak pihak tersadar akan pentingnya mencintai lingkungan hidup. Selaras dengan ajakan Tema APP 2008 kita, mencintai lingkungan kita lakukan untuk menyelamatkan bumi pertiwi.

Jika pada acara perbekalan bahan APP di Lahan St Clara, Bp Iida mengajak hadirin untuk menyanyikan LAGU IBU PERTIWI (Komposisi oleh Charles Crozart Converse, 1868, Alih Bahasa : NN), maka makna “kesadaran cinta lingkungan” yang sama dalamnya juga tersirat dalam LAGU BERITA KEPADA KAWAN (Ebiet G. Ade – Album Camellia II, 1979). Mas Ebiet menulis lagu itu karena menangis atas kejadian gas beracun di Kawah Sinila II di Pegunungan Dieng, Jawa Tengah yang menewaskan ratusan korban. Mas Ebiet yakin, semua kerusakan dan kemurkaan alam adalah ulah manusia.

Kini, 29 tahun setelah Mas Ebiet menggubah, hampir setiap hari di televisi dengan gamblang masih saja kita melihat bencana lumpur, banjir, tanah longsor, air pasang, gunung meletus, angin topan, badai dan kerusakan lainnya. Manusia semakin murka, kehilangan arah, dan buta akan alam yang dianugerahkan Tuhan untuk dijaga keseimbangannya.

Semoga, APP kali ini sungguh menggugah minat dan aksi nyata kita untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Renungkan sambil coba nyanyikan coda terkhir LAGU BERITA KEPADA KAWAN dari Mas Ebiet yang sungguh menyayat hati :..
………..mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
………..yang selalu salah dan bangga dengan dosa dosa
………..atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
………..coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

Wednesday, January 30, 2008

IBADAT SYUKUR (Dibawakan Oleh ANAK - ANAK)

(Mat 19 : 14) Biar kanak – kanak Datang kepada Ku


IBADAT SYUKUR (ANAK - ANAK)
Lingkungan Antonius 4, Minggu, 22 Juli 2007
Susunan Acara :
1. Ibadat Singkat
2. Atraksi & Spontanitas
3. Pengumuman Pemenang Lomba Menggambar & Mewarnai
4. Ramah Tamah

IBADAT ANAK
Lingkungan Antonius 4
Minggu, 22 Juli 2007

PEMBUKAAN
Nyanyian : Biar Kanak – Kanak ( Lembaran No 49)
Dari Terbit matahari (Lembaran No 269)
(Dinyanyikan boleh sambil bertepuk tangan)

Salam dan Berkat (Oleh AGNES – dibaca keras dan perlahan) :
P : † Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amien…….. Tuhan beserta kita
U : Sekarang dan selama lamanya
P : Teman-temanku, Adik, Kakak, Bapak / Ibu dan Saudara (i) yang terkasih dalam Yesus. Ibadat kali ini menjadi istimewa bagi anak-anak karena kami merasakan betapa Yesus mencintai Kanak-Kanak. Cinta Yesus kami terima dalam kehidupan sehari hari, baik dirumah, digereja, disekolah, ditempat bermain, dan terlebih ditempat ini. Cinta Yesus kami terima melalui orang tua, guru, sahabat, dan saudara maupun orang lain. Sungguh Cinta Yesus sangat berkelimpahan. Oleh karenanya, semoga Ibadat kita kali ini menjadikan kami untuk sungguh menyadari betapa kami harus terus bersyukur atas semua karunia cinta Yesus.

P : Sebelum kita melanjutkan Ibadat pada hari ini, marilah kita memeriksa hati dan menyesali kesalahan serta dosa kita serta sejenak merenungkan perjalanan hidup kita selama ini. Kita sesali segala dosa yang menghambat perjalanan kita, agar pantas merayakan ibadat syukur ini di hadapan-Nya
( … hening sejenak )
Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa dan kepada Saudara sekalian

DOA PEMBUKAAN (Oleh CYNTHIA – dibaca keras & perlahan) :
P: Marilah kita berdoa ( hening sejenak )
Ya, Yesus yang manis, saat ini kami merayakan hari anak. Kami bersyukur dan berterima kasih karena Engkau telah menganugerahkan segala sesuatunya kepada kami. Sertai kami agar Ibadat ini berjalan lancar. Dalam masa kanak-kanakMu, Engkau selalu setia kepada Bunda Maria dan Bapa di Surga. Semoga kami selalu meneladan sikap dan kehidupan Mu, Demi Yesus teman kami, Tuhan dan Pengantara kami
U: Amin

SABDA
Nyanyian : Yesus Pokok dan kita carangnya (No 230)
Kingkong Badannya Besar (Lembaran No 265)
Bacaan Kitab Suci : (Oleh MARIA – dibaca keras dan perlahan)
(Bacaan sesuai Kalender Liturgi)

HOMILI (Oleh MARIA – dibaca keras dan perlahan)
Yesus Kristus telah menyambut dan memberkati anak-anak. Santo Markus dalam Bab 10:13-16 dan Santo Matius dalam bab 19, menceritakan hal menarik tentang anak-anak. "Lalu orang banyak membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-muridNya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepadaKu, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil ia tidak akan masuk kedalamnya. Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tanganNya atas mereka Ia memberkati mereka."
Saat anak-anak kecil dibawa pada Yesus, mereka memang masih terlalu kecil untuk mengerti betapa luar-biasanya pertemuan itu, tapi mereka tentu dapat merasakan kehangatan kasih Yesus. Dan setelah mereka dewasa, mereka pasti membalas kasih-Nya.

Tanpa memandang usia dan suku bangsa, Yesus sangat terbuka kepada anak-anak yang masih polos. Kepolosan dan sikap innocent/tanpa dosa itulah yang menjadi keistimewaan anak-anak. Dalam keseharian, ketika orang tua merasa capai dan lelah, anak adalah hiburan terindah yang selalu menenteramkan hati. Hubungan orang tua dan anak adalah hubungan indah dan suci karena anak adalah titipan Ilahi.
Oleh karenanya, sebagai anak, kita wajib menjaga dan menenteramkan lingkungan keluarga kita dan menjaga keterbukaan kita, seperti sikap Yesus yang selalu terbuka kepada siapapun.
Demikian homili singkat, terima kasih.

SYAHADAT (Oleh MARIA – dibaca keras dan perlahan)
P : Marilah kita menguatkan dan memperbaharui iman kita dengan mengucapkan Doa Syahadat .. yang singkat
U : .. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa, Pencipta langit dan bumi

DOA UMAT (Oleh ARIO, KEVIN, JAMES, PAULUS, MARCEL – dibaca keras dan perlahan)
ARIO : Teman teman, Bapak / ibu, Saudara ( i ), marilah kita panjatkan puji syukur dan permohonan kita kepada Yesus yang maha cinta karena telah mencurahkan berkatnya bagi kami semua, terutama atas kesempatan bersyukur dalam Ibadat kali ini.
ARIO : Bagi terselenggaranya ibadat syukur ini….
Terima kasih Yesus atas penyertaan Mu karena Kau sertai kami dalam beberapa kegiatan dibulan anak ini. Berkati agar kami semakin mampu untuk lebih terlibat dalam kegiatan kegiatan ini. Bantu dan panggil teman-teman kami yang belum berkumpul bersama kami, semoga di hari-hari mendatang mereka mendengarMu dan berkumpul bersama kami.
Kami mohon : ………………..
PAULUS : Bagi kehidupan kami sehari-hari ….
Semoga kasih Yesus senantiasa menyertai perjalanan hidup kami. Beri kami kesehatan dan jauhkan kami dari segala yang jahat. Bimbing kami disaat belajar agar kami mampu membanggakan orang-orang yang mencintaiku.
Kami mohon : ……………….
JAMES : Bagi orang –orang disekeliling kami ….
Ya Yesus sudilah berkati orang tua, kakak, adik, dan sahabatku, beri mereka semua anugerah agar bersama sama membimbingku. Untuk orang tuaku, bantulah mereka dalam setiap pekerjaannya, dan semoga Kau memberi kelancaran dalam setiap usaha mereka membahagiakanku. Kelak, mampukan aku untuk membahagiakan mereka dengan jerih payahku,
Kami Mohon ………………….
KEVIN : Untuk orang yang rindu keselamatan Yesus
Ya Bapa bukalah jalan bagi setiap orang yang merindukan kasih Yesus namun menghadapi berbagai tantangan sudilah kiranya tuntun mereka untuk menemukan jalan mengikuti Yesus.
Kami mohon ………….…..
MARCEL : Bagi para orang tua yang merindukan keturunan,
Semoga Yesus yang manis menciptakan karunia keturunan kedalam keluarganya. Balaslah ketulusan hati, sikap tanggung jawab, dan ketekunan mereka dengan mukjijat Mu. Percayakan kepada mereka titipan IllahiMu karena mereka sungguh sungguh layak menerima anugerahmu,
Kami mohon ………….…..
MARCEL : Teman-Teman dan Bapak Ibu, Marilah kita sempurnakan semua doa kita tadi dalam doa yang diajarkan oleh Yesus sendiri
Bapa kami …………………..

DOA UNTUK ANAK (PJSK HAL ……) Oleh IBU Kie Fam
DOA UNTUK ORANG TUA (PJSK HAL …) Oleh KEVIN (Mudika)

DOA PENUTUP (Oleh MARIA – dibaca keras dan perlahan)
P : Marilah berdoa
Ya Yesus Tuhan yang mahakasih. Semoga perayaan hari anak selalu mengingatkan kami untuk semakin menyadari arti hidup ini dan setiap kali berusaha menghayati dengan lebih baik dari hari sebelumnya. Kami percaya, walaupun banyak rintangan yang menghadang, Engkau tidak akan merelakan hamba-Mu ini jatuh ke dalam lembah nista. Oleh karena itu, berkatilah kami, Agar tetap tegar dalam membela kebenaran sebagai saksi Putra-Mu, Yesus Kritus, Tuhan dan Pengantara Kami
U : Amien
P : Teman-teman, Bapak / Ibu dan Saudara ( i ) yang terkasih dalam Kristus, marilah kita mohon berkat sebelum menutup Ibadat syukur kali ini
Semoga kita semua diberkati
† Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amien……..

Nyanyian Penutup (pilih 2 lagu, lagu lain untuk hiburan)
Hari ini Kurasa Bahagia (Lembaran No 107)
Satu Orang Buta (Lembaran No 208) Oh Giranglah (Lembaran No 98)
Dengar Dia panggil nama saya (Lembaran No. 96)
I Love U Jesus (Lembaran No 124) Dikepak-kepak (lembaran No 57)
Happy Ya Ya Ya Happy Ye Ye Ye (Lembaran No 168) ACARA SELANJUTNYA